album

Loading...

Senin, 25 Oktober 2010

Gaya bebas dalam berkendara motor


Inilah seni berkendara motor tingkat tinggi. Si pengendara tak ubahnya penari flamenco yang menyajikan atraksi menawan di atas dua roda. Tak ada kesan brutal atau kasar seperti kuda liar. Yang tampak adalah harmonisasi antara sang joki dan motornya.
Sepeda motor yang digunakan pun perlu modifikasi khusus agar mampu diajak menari binal di atas aspal. Modifikasi ini tentu beda aliran dengan pakem MEFRIK (modern, estetika, fungsional, rasional, inovasi, dan kreasi) yang biasa menjadi acuan peserta kontes modifikasi dan condong ke arah kosmetik.
Nah, modifikasi ala freestyler tidaklah serumit peserta kontes. Sang joki lebih memperhitungkan durability, fungsionalitas, dan keseimbangan. Tak heran, motor yang digunakan untuk aksi gaya bebas itu tampil “sederhana”.
Lihatlah motor yang digunakan Johnnie Do, stunt rider kawakan dari Eropa. Motornya, CBR 600 RR, yang berjenis sport itu dimodifikasi sedemikian rupa menjadi lebih simple. Motor sport tulen itu malah mirip naked bike.
Fairing depan sebagian besar dilepas. Itu untuk memudahkan dipasangnya dua buah footpeg tambahan di rangka depan kiri kanan. Footpeg juga dipasang di swing arm (lengan ayun) belakang, kanan kiri.
Buntut CBR 600 RR keluaran 2008 itu juga dipapras. Sebagai gantinya dipasang plat besi kotak. Fungsinya sebagai pijakan kaki serta menahan motor agar tidak terbalik ketika melakukan wheelie. Jok belakang dan tangki depan juga dimodifikasi agar dapat dijadikan pijakan atau pegangan.
Setang asli CBR 600 RR yang menunduk itu, diganti model touring yang lebih tinggi. Ini agar joki lebih mudah mengendalikan motor besar itu. Setang juga dilengkapi damper (peredam getaran).
Tuas kopling pun diganti yang lebih kecil, agar memudahkan pengoperasian kala beraksi. Ditunjang skill yang terlatih bertahun-tahun, pemilik nama asli John Den Quden, ini, menyuguhkan balerina motor yang menawan. Pantas jika pria kelahiran Belanda ini banyak meraih gelar di kejuaraan freestyle Eropa.
Selama tiga tahun berturut-turut sejak 2005 dia memborong gelar Dutch Stuntriding Champion. Terakhir Johnnie merebut 1st place Belgium Stuntwars 2007, merebut gelar juara di European Stuntriding Championships 2007, di Amsterdam, Belanda.
Johnnie Do datang ke Indonesia atas undangan U Mild untuk memperlihatkan kelincahannya menari di atas CBR 600 RR di arena Jakarta Fair, Kemayoran, pada Sabtu dan Minggu pekan lalu.
Sebelum hadir di Jakarta, bersama pasangannya, Stephanie, yang juga stunt rider profesional, mereka sukses beraksi di Palu dan Padang. Atraksi Johnnie Do dan Stephanie begitu memukau dengan beragam teknik, mulai dari stoppie, wheelie maupun burn out. Kadang mereka tandem menari di atas CBR 600 RR. Sekali-sekali, Stephanie ber-freestyle sendirian dengan Yamaha Scorpio yang telah dimodifikasi khusus.
“Johnnie Do dan Stephanie telah menunjukkan bagaimana profesionalismenya dalam melakukan atraksi. Baik dari skill maupun hiburan kepada penonton dan mengemasnya menjadi sebuah pertunjukan yang menarik,” ucap Yasin Tofani Sadikin, Brand Manager U Mild.
Johnnie sendiri mengaku terkesan dengan sambutan penonton di Indonesia. Dia juga kagum dengan freestyler Tanah Air. “Skill freestyler Indonesia juga bagus sekali, kami kagum melihatnya,” kata dia.
Selain beraksi, Johnnie juga melakukan coaching clinic untuk menularkan teknik freestyle gaya Eropa kepada freestyler Indonesia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar